PENYEBARAN DAN PENAGGULANGAN KANKER SERVIKS DI BENUA AFRIKA

sumber : https://www.shape.com

Penyakit kanker merupakan penyakit penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung. Penanggulangan penyakit tersebut tergolong sulit dan membutuhkan perawatan yang intesif dan tak jarang memakan banyak biaya. Dikarenakan hal tersebut banyak negara negara miskin dan berkembang tidak memilki akses dan fasilitas kesehatan untuk penanganan penyakit kanker yang memadai karena keterbatasan teknologi, pengetahuan, serta biaya yang tidak sedikit.

Penanggualangan penyakit kanker di benua afrika masih tergolong minim padahal penyakit kanker merupakan penyebab kematian terbesar di benua tersebut. Para pakar medis mengatakan kanker serviks merupakan penyebab utama kematian terkait kanker di afrika, dan ironisnya sebagian besar meninggal karena mengabaikannya.

Dokter medis dari Chad, Republik Kongo, Guinea, Kamerun dan Afrika Tengah mengatakan penyakit kronis seperti kanker terus meningkat. Professor Andersin Doh dari Komite Kanker Kamerun mengatakan telah terjadi 1400 kasus penyakit kanker setiap tahun dan 4000 diantaranya adalah kanker serviks. Setiap tahun 80% kematian terkait kanker serviks terjadi di daerah sub sahara tersebut.

Kanker serviks sendiri adalah penyakit seksual menular yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Berdasarkan data WHO HPV menginfkesi 68.000 kasus terkait kanker serviks. Di afrika 34 dari 100.000 wanita didiagnosa kanker serviks dan 23 dari 100.000 wanita meninggal setiap tahunnya akibat kanker serviks.

 

 

Penyebaran penyakit kanker serviks tak lepas dari penyebaran penyakit HIV/AIDS,penyakit tersebut merupakan penyakit yang marak diderita oleh mayoritas masyarakat benua afrika. Penyebarannya sendiri tak lepas dari faktor kepercayaan, dan sosial budaya. Di afrika banyak kegiatan kepercayaan, dan budaya yang mengajarkan masyarakatnya untuk melakukan hubungan seksual multypartner dimana kegiatan tersebut memperluas peluang terjangkit penyakit seksual menular. Banyak para masayarakat di afrika yang masih melangsungkan adat dan istiadat tersebut, mereka berpikir jika hal tersebut tidak dilaksanakan akan mengundang bencana dari para leluhur mereka, padahal ketika mereka melakukannya justru mengundang bencana kepada diri mereka sendiri

Penyakit kanker serviks sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah, di beberapa negara maju kasus penyait kanker serviks dapat diatasi dan dicegah dengan kontol rutin dan pemberian vaksin HPV pada perempuan . Namun di afrika sendiri akses kesehatan dan penanggulangan penyakit kronis masih minin dan kurang baik.

Menurut laporan terbaru dari WHO dalam laporan  “Mengatasi Tantangan Kesehatan Perempuan Di Afrika” meneliti berbagai infomasi statisktik tentang kesehatan yang minim dan kurang. Sejak 2003 anggaran kesehatan bagi negara negara di afrika hanya 10%. Dan tiga belas negara di afrika bahkan menganggarkan biaya program kesehatan yang lebih kecil lagi. Berdasarkan data GLOBOCAN tahun 2002 ada 15 negara di afrika tidak memilki fasilitas radiologi.

Data tersebut menujukan minimnya fasiltas kesehatan di benua afrika dalam penanganan penyakit kanker termasuk kanker serviks. Selain minimnya akses kesehatan alasan ekonomi dan kondisi geografis pun kadang menjadi faktor lain penanganan yang buruk pada penderita kanker serviks di afrika. Alasan tersebut mencuat didukung fakta dilapangan bahwa mayoritas penduduk benua afrika berpendapatan rendah serta lokasi pemukiman yang jauh dari akses kesehatan membuat mereka mengabaikan penyakit kanker serviks di afrika. Ditambah lagi kurangnya pengetahuan masyarakat afrika akan gejala awal dari kanker serviks dan kurangnya sosialisasi tentang pemeliharaan alat reproduksi menambah panjang deretan daftar penderita kanker serviks di benua afrika.

Hal tersebut merupakan masalah yang perlu diperhatikan baik dari pihak negara negara afrika sendiri mapun pihak berwenang yang menangani kasus kesehatan dunia seperti WHO. Pemerintah di negara negara afrika harus mulai mengalokasikan dana kesehatan lebih besar dan menjalin hubungan kerja sama dengan negara negara lain yang berhasil memilki fasilitas dan teknologi  kesehatan yang baik demi peningkatan fasilitas kesehatan di afrika. Ditambah sosialisasi pada masyarakat tentang bahaya penyakit seksual menular akibat sex multipartner.

 

REFENRENSI :

  1. Denny, Lynette dan Rose Anorlu. 2017. Servical cancer in Africa. Tersedia di : http://cebp.aacrjournals.org/content/cebp/21/9/1434.full.pdf (diakses pada 22 januari 2019)
  2. Hennesy, Selah. 2013. WHO: Tingkat Kesehatan Perempuan di Afrika Rendah. Tersedia di:https://www.voaindonesia.com/a/who-tingkat-kesehatan-perempuan-di-afrika-rendah/1621746.html (diakses pada 19 januari 2019)
  3.  VOA.2014. Kanker Rahim, Kanker Penyebab Utama Kematian di Afrika . tersedia di : https://www.voaindonesia.com/a/kanker-rahim-penyebab-utama-kematian-/2524059.html (diakses pada 19 januari 2019)
  4. WHO.Cervical cancer common amongst African women. Tersedia di : https://www.afro.who.int/news/cervical-cancer-common-amongst-african-women. (Diakses pada: 22 Januari 2019

 

 

 

download this article here:

https://bit.ly/2I24Z2H

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*