INDONESIA AFRICA INFRASTRUCTURE DIALOGUE (IAID) 2019 DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

source: instragram.com/ kemlu_ri

Indonesia Africa Infrastrucuture Dialogue (IAID) 2019 merupakan sebuah acara kenegaraan yang secara resmi diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 20 – 21 Agustus 2019.Kegiatan IAID tersebut dihadiri oleh 53 negara di Afrika salah satunya adalah Kongo, Ethiophia, Mesir, dan masih banyak negara dari Benua Afrika lainnya. Selain dihadiri oleh para delegasi dari masing masing negara di Afrika, IAID juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dalam sektor ekonomi dan bisnis diantaranya terdapat 700 perwakilan pimpinan bisnis, perwakilan pembuat kebijakan, pejabat pemerintahan, serta para pemangku kepentingan dalam kegiatan kerja sama Indonesia dan Afrika.

 IAID  merupakan sebuah inisiasi untuk menindak lanjuti kegiatan IAF (Indonesia Africa Forum) yang pernah dilakukan sebelumnya pada April 2018 sebagai bentuk untuk memperkuat kerja sama Indonesia dengan Afrika. Namun, berbeda dengan kegiatan IAF dalam IAID kerja sama yang dibentuk adalah lebih fokus terhadap membantu pembangunan infrastruktur Afrika dan Indonesia. Seperti yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pidatonya di IAID menyatakan bahwa tujuan dari dibentuknya kerja sama Indonesia dengan Afrika adalah agar dapat tumbuh dan maju bersama.

Dalam IAID Indonesia melakukan penandatangan PTA( Preferential Trade Agreement) dengan beberapa negara seperti Mauritus dan Djobouti. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan sistem perdagangan internasional antar negara dengan menurunkan tarif perdagangan yang akan mendorong kontribusi pada sektor pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kerja sama Indonesia dengan Afrika menghasilkan jumlah investasi yang cukup baik, pada 2018 nilai investasi Indonesia di Afrika senilai US$ 11,6 Milliar atau setara dengan 156 Triliun Rupiah . Angka tersebut meningkan sekitar 25% dari tahun sebelumnya. Dalam kegiatan IAID juga menghasilkan sebuah kesepakatan bisnis Antara Indonesia dengan Afrika senilai US$ 822 juta atau setara dengan 12.3 Triliun Rupiah.

Peningkatan investasi Indonesia di Afrika merupakan salah satu cara bagi Indonesia untuk melakukan ekpansi serta perluasan pasar Indonesia dalam bidang ekonomi dimana menjadi salah satu fokus negara Indonesia saat ini guna memajukan perekonomian Indonesia dan menciptakan stabilitas ekonomi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*