FOREIGN DIRECT INVESTMENT INDONESIA DALAM BIDANG PANGAN DI NIGERIA OLEH PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR

sumber: http://vibizmedia.com/

Ekspor impor adalah kegiatan yang sering dilakukan mengingat mudahnya akses dan transportasi yang semakin canggih dan cepat membuat kegiatan tersebut gencar dilakukan ditambah dengan alasan bahwa ekpor dan impor dapat meningkatkan keuntungan serta memperluas pasar konsumen. Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya oleh karena itu banyak komoditas Indonesia yang dapat diperjual belikan melalui kegiatan ekspor impor termasuk komoditas bahan pangan.

PT Indofood termasuk ekportir yang cukup sukses dalam menggalakan kegiatan ekspor impor produknya yaitu mie instan indomie yang sering dijumpai di Indonesia ternyata, mereka juga menjualnya hingga ke benua afrika yaitu Nigeria. Hasil penjualan tersebut justru sangat tidak terduga terbukti dengan pendapatan yang mereka peroleh pada tahun 2017 sebesar 66,75 triliun dengan berhasil menguasai 70% pasar di Nigeria.

Ekspor indomie yang dilakukan oleh PT Indofood sukses makmur sudah dilakukan sejak tahun 1998. Pada saat itu untuk menjual indomie di Nigeria tergolong sulit karena masyarakat Nigeria belum mengenal makanan instan yang lezat tersebut. Namun, karena berjalannya waktu terjadi peningkatan jumlah konsumen produk indomie di Nigeria hal tersebut juga didukung dengan tidak ada pesaing produk yang sama di Nigeria. Ditambah lagi indomie murni produk asli Indonesia yang dikenal mayoritas  masyrakat muslim yang kemudian oleh masyarakat Nigeria indomie diberi lebel sebagai makanan yang terbukti kehalalannya. Alasan alasan tersebut  kemudian melatar belakangi PT. Indofood sukses makmur untuk berinevstasi di negara dengan jumlah penduduk terbesar di benua afrika tersebut. Selain itu ada beberapa faktor pendukung FDI tersebut dilaksanakan yaitu seperti

  • Sumber daya yang melimpah

Nigeria memilki sumber daya yang melimpah yang belum dimaksimalkan seperti sumber daya manusia, pertanian, serta mineral.

  • Pasar yang luas

Nigeria memilliki sekitar 180 juta manusia yang merupakan sasaran konsumen yang cukup baik.

  • Stabilitas politik

Nigeria memilki stabilitas politik yang relatif stabil dibandingkan negara di benua afrika lainnya.

  • Penerapan ekonomi pasar bebas

Nigeria telah menerapkan sistem perekonomian pasar bebas yang telah diatur dengan sedemikian rupa yang memudahkan para investor asing untuk berinvestasi.

  • Aliran investasi gratis

Liberalisasi telah dilakukan dalam exchange control regulations guna memastikan aliran bebas keuangan internasional. Kini, ada pergerakan modal investasi yang tidak terbatas.

  • Pekerja dengan upah murah

Nigeria memiliki banyak pekerja dengan sistem pembayar yang murah, untuk itu banyak investor memilih Nigeria sebagai lahan investasi karena memiliki biaya produksi rendah.

  • Infrastruktur

Nigeria memiliki perkembangan yang cepat dalam infrastruktur fisik dan industry khususnya transportasi, komunikasi, listrik dan pasokan air.

Indofood sukses makmur membuat pabrik di Nigeria dengan melakukan konsorsium dengan Group Toleran yang berasal dari Singapura. Konsorsium tersebut melahirkan perusahaan baru bernama de united food industry Ltd (DUFIL) dengan membuka pabrik mereka di Otta, dan port Harcourt pada tahun 1996 dan terus bertamabah hingga kini memiliki 10 pabrik indomie di nigeria.

Produk indomie yang diproduksi di Nigeria dengan yang diproduksi di Indonesia memilki beberapa perbedaan seperti ukuran, yaitu dimana ukuran indomie yang diproduksi di Nigeria 3 kali jauh lebih besar dari yang diproduksi di Indonesia. DUFIL hanya memproduksi empat varian rasa indomie yang diproduksi di Nigeria yaitu, Rasa Ayam, Rasa Ayam Bawang, Rasa Ayam Lada, dan Mi Goreng. Pada tampilan bungkus indomie yang diproduksi di Nigeria lebih pucat diman hal tersebut mengindikasikan bumbu yang berbeda dengan indomie yang dipasarkan di Indonesia. Selain itu, DUFIL juga memproduksi produk lain seperti power pasta dan minimie.

Indomie dinobatkan sebagai makanan paling banyak dipilih di Nigeria, bahkan hampir setara dengan jumlah konsumsi bahan makanan pokok. Indomie sangat digemari di negara tersebut bahkan, dalam kurun waktu satu tahun DUFIL harus memproduksi sekitar 1juta ton kardus untuk memenuhi permintaan pasar.

Saking terkenal dan digemari porduk indomie di Nigeria, masyarakat Nigeria sendiri mengklaim bahwa indomie adalah produk asli dai negara tersebut. Penklaiman tersebut didukung oleh berdirinya pabrik indomie yang tersebar di beberapa tempat di nigeria

Popularitas produk indomie di Nigeria sangat berpengaruh pada perekonomian Indonesia serta hubungan diplomatik Indonesia di afrika. Peningkatan investasi yang dilakukan oleh PT. Indofood ke berbagai negara termasuk afrika  melahirkan sebuah istilah baru yaitu “DIPLOMASI INDOMIES”. Istilah tersebut dicetuskan karena dengan meningkatnya konsumsi indomie di berbagai belahan negara di dunia baik di eropa,US, maupun afrika berhasil membuka peluang kerja sama dalam bidang pangan dan ekonomi yang cukup baik. Hal tersebut tentu saja mengakibatkan dampak yang baik serta mendatangkan banyak keuntungan  bagi Indonesia.

Menurut menteri perdagangan RI ekspor serta investasi yang dilakukan oleh PT. indofod sukses makmur harus dicontoh oleh UMKM lainnya untuk lebih meningkatkan lagi mutu, dan kualitas suatu produk untuk layak di ekspor dan tidak kalah saing dengan produk yang mirip di kancah pasar global.

 

 

 

REFERENSI:

  1. Chaerunisa Fitri. 2018. Analisis Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia Di Nigeria Periode 2014—2017: Studi Kasus PT Indofood Sukses Makmur.
  2. Detik Finance. 2017. Perusahaan Makanan RI Ini Getol Investasi Di Afrika. Tersedia di https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2892648/perusahaan-makanan-ri-ini-getol-investasi-di-afrika (diakses pada 22 Desember 2018)

 

 

DOWNLOAD THIS FILE HERE:

http://bit.ly/2Es79Vt

https://drive.google.com/file/d/11sLWfEv_JGJ3AeoO0D8knMD5pk22bNpb/view?usp=drivesdk

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*